,

Aceh Harus Perjuangkan Perpanjangan Dana Otsus

JAKARTA – Pemerintah Aceh diminta untuk memperjuangkan perpanjangan dana Otonomi Khusus (Otsus) ke Pemerintah Pusat, tidak berakhir di tahun 2027. Aceh butuh dana segar untuk membangun setelah tiga dekade dilanda konflik.

Permintaan itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otsus Aceh, H Firmandez, Senin, 23 Oktober 2017. Menurutnya, Aceh akan menerima dana Otsus selama 20 tahun, terhitung sejak 2008 hingga 2027. Dalam kurun waktu dua dasa warsa tersebut Aceh akan menerima sekitar Rp 163 triliun dana Otsus.

“Pertanyaannya kemudian, setelah 2027 nanti, ketika dana Otsus untuk Aceh tidak ada lagi, bagaimana Aceh akan membangun? Sementara ketertinggalan Aceh dengan provinsi lain sangat jauh akibat lama didera konflik dan musibah tsunami yang meluluhlantakkan Aceh. Makanya kita harus minta Pemerintah Pusat memperpanjang pemberian dana Otsus untuk Aceh, hingga Aceh bisa sejajar dengan provinsi lain. Kalau bisa dana Otsus untuk Aceh dipermanenkan,” harap Wasekjen DPP Golkar Bidang Maritim tersebut.

Anggota DPR RI asal daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 ini melajutkan, selama ini kucuran dana Otsus ke Aceh yang hingga tahun 2017 telah mencapai Rp 58,6 triliun, namun dana yang melimpah tersebut belum berpengaruh pada perbaikan kesejahteraan rakyat.

“Ini dibuktikan dengan angka kemiskinan di Aceh yang masih tinggi. Dana Otsus Aceh juga belum berimplikasi langsung pada peningkatan pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” ungkap H Firmandez.

H Firmandez menegaskan, pihaknya di DPR RI siap memperjuangkan hal itu. Ia mengajak Pemerintah Aceh untuk membuat usulan ke pemerintah pusat agar pemberian dana Otsus Aceh tidak berhentik pada 2027, tapi berlanjut sampai Aceh benar-benar bisa membangun dengan baik.

“Kita berharap Pemerintah Aceh yang baru di bawah Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah bisa memikirkan ini. Contoh seperti Papua yang mengajukan Undang-Undang Otsus Plus ke pemerintah, karena Otsus yang ada belum cukup untuk membangun daerah. Dana Otsus Papua tidak dibatasi, selaon dana Otsus, Papua juga ditambah dana infrastruktur Rp 2 triliun per tahun. Jadi Aceh juga harus bisa mengusulkan dana Otsus selamanya (permanen-red) karena kita jauh tertinggal akibat konflik,” tegas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *