,

Aceh Harus Bangun Industri Hilir

JAKARTA – Untuk meningkatkan pendapatan daerah, Pemerintah Aceh harus membangun industri hilir. Berbagai sumber daya alam Aceh harus diolah di Aceh, sehingga memberi nilai tambah.

Hal itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez saat menghadiri acara Aceh Investment Forum-Trade, Tourism and Investment, Kamis, 16 November 2017 di Ballroom C, Shangri-La Hotel, Jakarta.

“Aceh jangan lagi menjual bahan baku ke luar daerah, setiap potensi sumber daya harus diolah di Aceh untuk kemudian dijual ke luar dalam bentuk produk, jadi nilai tambahnya tetap di Aceh, tidak di luar Aceh,” harap anggota Fraksi Golkar di DPR RI tersebut.

H Firmandez yang duduk di Komisi V DPR RI yang membidangi urusan infrastruktur dan perhubungan itu mencontohkan, salah satu sektor yang potensial adalah industri pengolahan minyak sawit.

“Di Aceh ada 45 perusahaan sawit, tapi minyak sawit dijual dalam bentuk mentah (CPO) ke luar daerah. Kita menginginkan Aceh menjual minyak dalam kemasan, agar nilai ekonomisnya lebih tinggi. Makanya saya sarankan Aceh bangun pabrik pengolahan minyak sawit (refinery) atau undang investor untuk membangun pabrik di Aceh,” lanjutnya.

Selain itu kata H Firmandez, berbagai sektor potensial di Aceh harus digerakkan secara optimal melalui pembangunan infrastruktur penunjang industri dan investasi. Karena menurutnya, investor hanya akan masuk ke Aceh jika adanya infrastruktur penunjang memadai.

“Hilirisasi industri ini juga upaya untuk memutus ketergantungan Aceh dengan provinsi lain semisal Sumatera Utara. Kalau semua potensi bisa diolah di Aceh, dan produk Aceh diekspor dari Aceh, maka ketergantungan kepada daerah lain bisa diputuskan secara perlahan-lahan. Kita ingin Aceh yang mampu berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.

Masih menurut H Firmandez, Pemerintah Aceh juga harus mengembangkan industri kopi di dataran tinggi Gayo, karena kopi Gayo sudah terkenal ke berbagai belahan dunia.

“Yang penting adalah bagaimana kita mencitrakan Aceh sebagai daerah yang layak untuk investasi. Ini harus dimulai dari birokrasinya dulu yang mempermudah investor masuk, setelah itu tentu infrastruktur penunjangnya yang mendukung,” pungkasnya.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *