,

Aceh Diminta Kembangkan Industri Halal

BANDA ACEH – Sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, Provinsi Aceh diharapkan melakukan pengembangan indutri halal. Apalagi Aceh sudah dikenal sebagai destinasi wisata halal.

Hal itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez, Jumat, 4 Mei 2018. Menurutnya, industri halal di Aceh perlu dikembangkan dengan memanfaatkan kearifan lokal.

“Ini juga bagian dari penguatan ekonomi syariah. Setelah Bank Aceh disyariahkan, kini saatnya industri syariat digenjot, libatkan semua pihak, terutama kelompok Usaha Mikro Kecil Menangah (UMKM) dan lembaga-lembaga ekonomi di dayah-dayah,” sarah H Firmandez.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini melanjutkan, pengembangan industri halal di Aceh ini, juga bisa sejalan denagn program pemerintah yang terus berupaya mengembangkan industri keuangan syariah serentak di seluruh Indonesia.

“Ekonomi Aceh harus dibangun sesuai dengan kearifan lokalnya, yakni daerah syariat Islam. Nilai-nilai Islami harus dikedepankan. Kita berharap ekonomi Aceh dapat tumbuh secara berkelanjutan, seimbang, dan inklusif dengan partisipasi seluruh lapisan masyarakat,” lanjut H Firmandez.

Selain itu, kata H Firmandez, secara internasional, industri halal juga terus meningkat. Pada tahun 2006 saja, volume industri halal global mencapai 4,15 triliun dolar AS dan diperkirakan akan meningkat mencapai 6,78 triliun dolar AS pada tahun 2022, dimana Indonesia merupakan pangsa terbesar bagi produk industri halal tersebut. Pada tahun 2016, volume pasar makanan halal di Indonesia mencapai 169,7 miliar dolar AS.

“Ini menunjukkan besarnya potensi pasar Indonesia bagi produk halal. Aceh harus mengambil peran di sini, karena kita daerah bersyariat Islam,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *