,

Aceh Butuh Panti Rehabilitasi Pecandu Narkoba

BANDA ACEH – Jumlah pengguna narkotika dan obat-obat terlarang (Narkoba) di Aceh semakin hari semakin meningkat. Untuk mencegah dan menangani hal tersebut diperlukan adanya panti rehabilitasi yang representatif.

Hal itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otsus Aceh dari DPR Ri, H Firmandez, menanggapi pernyataan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh terkait darurat narkoba di Aceh, Rabu, 17 Februari 2016 dalam pertemuan tim pemantau DPR RI terhadap Otsus Aceh Papua dan keistimewaan Yogjakarta di Aula Serba Guna kantor Gubernur Aceh.

“Yang perlu diperjelas sekarang adalah siapa yang bertanggungjawab nanti terhadap pengelolaan panti rehab itu, apakah Dinas Sosial atau Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh. Menanggapi pernyataan Kapolda, saya rasa Aceh sudah mesti punya panti rehabilitasi pecandu narkoba,” kata Firmandez.

Politisi Partai Golkar ini mengaku sangat khawatir dengan peredaran narkoba di Aceh selama ini. Aceh bukan hanya dikenal sebagai produsen ganja, tapi juga pasar narkotika jenis sabu-sabu. “Saya dengar 52 persen napi di Aceh merupakan napi terkait kasus narkoba. Kita harus selamatkan generasi muda Aceh, panti rehabilitasi pecandu narkoba mutlak harus dibangun di Aceh,” pungkasnya. [HK]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *