,

Aceh Belum Siap Hadapi MEA

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh dinilai belum siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Iklim investasi di Aceh masih sangat minim. Aceh akan kalah bersaing dengan negara-negara Asean.

Hal itu disampaikan anggota Komisi I DPRA, Iskandar Usman Al Farlaky, Minggu sore, 17 Januari 2016 di Kampus Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry, Banda Aceh.

Menurut Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRA ini, Sumber Daya Manusia (SDA) di Aceh juga belum siap berkompetisi dengan masyarakat dari luar negeri. Begitu juga dengan sektor usaha, pengusaha Aceh tidak siap bersaing dengan produk luar negeri. Hal itu akan mengancam industry lokal.

“Tantangan MEA, itu ada resiko kompetisi, akan meningkatkan daya saing antar pengusaha, jadi kalau kita tidak siap, itu akan mengancam industri lokal. Sementara Pemerintah Aceh belum siap hadapi MEA. Kita minim orang yang investasi,” kata Al Farlaky.

Jika Indonesia dan Aceh khususnya tidak siap hadapi MEA, negara ini diperkirakan Iskandar akan menjadi pasar bagi produk luar negeri. Karena produk asing diminati warga Indonesia sedangkan produk negara ini tidak.

Selain itu, dari sektor ketenagakerjaan, masyarakat yang tidak siap secara kemampuan akan bekerja untuk perusahaan asing. Jika MEA berlaku, tenaga kerja yang ingin masuk suatu wilayah tidak bisa di bendung.

“Kita juga harus memikirkan sumber daya alam jangan sampai di eksploitasi perusahaan asing. Jangan sampai eksploitasi merusak dan memberi dampak negatif bagi kearifan lokal daerah, itu seperti Freeport yang di Papua,” ucap anggota Fraksi Partai Aceh ini.[HD]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *