,

Aceh Akan Larang Ekspor CPO

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh akan mengeluarkan peraturan tentang larangan bagi perusahaan kelapa sawit mengekspor Crude Palm Oil (CPO) mentah ke luar daerah. Hal tersebut disampaikan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf saat meresmikan pusat Kota Suka makmur sebagai pusat perkantoran Kabupaten Nagan Raya, Selasa, 29 Agustus 2017.

Irwandi menegaskan, sebagai Gubernur ia akan mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) untuk larangan tersebut. Alasannya, agar perusahaan kelapa sawit di Aceh tidak lagi mengekspor minyak mentah, tapi barang jadi.

“Yang saya inginkan bukan CPO, tapi hasil akhir dari CPO ini. Kita harus bisa mengekspor barang jadi dari sini. Nilai tambahnya di Nagan–Aceh, bukan di negara lain,” ujar Irwandi.

Jika sebelumnya Irwandi menegaskan akan membangun pabrik refinery di Aceh Barat Daya, maka Irwandi meminta agar Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, menunjukan hasil CPO di daerah tersebut lebih banyak dari Nagan Raya. Jika tidak, Irwandi akan mengalihkan pembangunan pabrik refinery ke Nagan Raya. “Di sana (Abdya) mungkin kita bangun tapi lebih kecil,” ujarnya.

Rencana pembangunan pabrik refinery akan dimulai pada tahun depan dan ditargetkan akan mulai ekspor pada tahun 2021 mendatang. Pernyataan Irwandi anggapi Bupati Nagan Raya, Zulkarnaini yang mengatakan bahwa produksi CPO di Nagan Raya lebih besar daripada di Abdya. Karena itu, ia meminta agar Pemerintah Aceh juga membangun pabrik serupa di Abdya.[HK/rls]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *