,

Abrasi Pantai Ujong Pulo Cut Semakin Parah

TAPAKTUAN – Abrasi di pantai Gampong Ujong Pulo Cut, Bakongan Timur, Aceh Selatan semakin parah. Beberapa rumah penduduk ikut tergerus, badan jalan nasional Tapaktuan-Medan terancam amblas, kebun kelapa sawit masyarakat juga terancam.

Parahnya abrasi diakibatkan hantaman obak ke bibir pantai sejak beberapa bulan terakhir. Rean Agari, warga Ujung Pulo Cut kepada wartawan di Tapaktuan, Senin, 17 Juli 2017 mengungkapkan masyarakat setempat semakin khawatir akibat abrasi yang semakin meluas.

“Kami berharap kepada pemerintah untuk segera membangun tanggul pemecah ombak di sepanjang pantai. Sebab hanya dengan cara itu abrasi dapat dicegah supaya tidak semakin meluas,” kata Rean Agari.

Menurutnya, semakin parahnya terjadi bencana abrasi di wilayah tersebut disebabkan karena kondisi cuaca di wilayah Aceh Selatan sejak beberapa bulan terakhir sedang tidak mendukung yang ditandai dengan tingginya curah hujan disertai badai.

“Dalam beberapa bulan ini kondisi cuaca tidak menentu yang berakibat buruk bagi daerah pesisir, khususnya di Gampong Ujung Pulo Cut. Masyarakat khawatir abrasi ini akan meluas dan menambah kerugian masyarakat yang memiliki kebun kelapa sawit di daerah pesisir pantai,” ujarnya.

Pihaknya mengaku sudah melaporkan persoalan tersebut kepada pihak terkait dijajaran Pemkab Aceh Selatan supaya segera dicari solusi penyelesaian yang konkrit agar tidak menambah kerugian bagi masyarakat.

Sementara itu, Keuchik Ujong Pulo Cut Junaidi yang dikonfirmasi terpisah mengatakan masyarakat sangat resah dengan ancaman abrasi yang kian meluas. Dia juga berharap pemerintah bisa segera mencari solusi.

“Ada sekitar 50 kepala keluarga yang menggantungkan hidupnya dari kebun kelapa sawit. Karenanya kita sangat berharap kepada pemerintah untuk membangun tanggul pengaman pantai di sepanjang pesisir laut Gampong Ujung Pulo Cut,” harapnya.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *