,

Abdya Daerah Literasi Pertama di Aceh

BLANGPIDIE – Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menjadi kabupaten literasi pertama di Aceh, setelah pada Kamis, 14 Januari 2016 mendeklarasikan budaya baca se-Abdya. Deklarasi dilakukan di Lamapangan Pante Pirak, Susoh.

Deklarasi dihadiri sekitar 3000 siswa/siswi dari 197 sekolah jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MAN dan SMK, serta Kepala Kurikulum Pendidikan Dasar Dirjen Dikdasmen Kemdikbud RI, Dr Juandanilsyah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Drs Hasanuddin Darjo MM, perwakilan Usaid Prioritas Jakarta, dan para pejabat di daerah breuh sigupai tersebut.

Deklarasi diawali dengan membaca bersama selama 10 menit, siswa SD dan MTs menceritakan hasil bacaan, pembacaan deklarasi oleh seluruh siswa dan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya budaya baca di sekolah-sekolah seluruh Abdya.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Hasanuddin Darjo mengingatkan bahwa peningkatan mutu pendidikan diawali dengan budaya baca. “Meningkatnya mutu pendidikan diawali dengan meningkatnya minat baca seluruh komponen di sekolah karena sekolah merupakan tempat peradaban manusia. Tiga komponen tersebut yaitu kepsek/guru, pengawas dan siswa,” kata Darjo.

Sementara itu, Kepala Kurikulum Pendidikan Dasar Dirjen Dikdasmen Kemdikbud RI, Dr Juandanilsyah mengingatkan kepada para siswa untuk memulai tanamkan budaya membaca untuk menjadi anak pintar dan berwawasan. “Salah satu dasar hukum pelaksanaan literasi adalah Permendibud no 23 tahun 2015, dengan membaca akan menumbuhkan budi pekerti yang baik dan membaca 15 menit sebelum belajar akan dilaksanakan di sekolah-sekolah secara nasional untuk menumbuhkan minat baca dan pengetahuan,” kata Juandanilsyah.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan USAID Prioritas, Handoko Widagdo mengatakan, ada dua program yang berhubungan dengan literasi yang akan dikembangkan di Abdya, yakni pengembangan keterampilan literasi di kelas awal dan mengembangkan budaya baca di sekolah.

Wakil Bupati Abdya, Erwanto dalam sambutannya juga meminta semua pihak mendukung program tersebut. “Hidupkan pustaka desa dan anggarkan biaya desa untuk membeli buku. Pantau sekolah terdekat untuk pelaksanaan dan membudayakan membaca di sekolahnya,” ujarnya.[rls]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *