,

8 Desa Terdampak Langsung Banjir Bandang Aceh Tenggara

KUTACANE – Delapan desa di dua kecamatan di Aceh Tenggara terdampak langsung banjir bandang. Dua orang dinyatakan meninggal dunia dari musibah tersebut.

Hal itu diungkapkan Kapusdatinmas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui akun twitter @BNPB_Indonesia, Kamis, 13 April 2017. Menurutnya, banjir bandang di Aceh Tenggara diakibatkan oleh hujan beritensitas tinggi dan berdurasi lama serta adanya banjir kiriman dari hulu. “Meningkatnya banjir bandang berlangsung dengan cepat membawa material lumpur dan kayu,” jelansya.

Sutopo merincikan, delapan desa di dua kecamatan yang terdampak langsung banjir bandang yaitu Kecamatan Semadam meliputi desa Suka Makmur dan Lawe Beringin. Sementara di Kecamatan Lawe Sigala-gala meliputi desa Lawe Rakat, Lawe Kesupat, Batu Dua Ratus, Lawe Sigala Barat, Kayu Mbelin, dan Lawe Tua Gabungan. Berdasarkan lapora sementara dari posko darurat BNPB Kabupaten Aceh Tenggara, dua orang meninggal,” jelasnya.

Sementara Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan, selain dua korban meninggal, banjir bandang juga mengakibatkan 130 rumah rusak berat, 91 rumah rusak sedang, dan 104 rumah rusak ringan, serta 20 rumah terendam.

Dua korban yang meninggal masing-masing atas nama Boru Panjaitan (80 tahun) perempuan dari desa Lawe Sigala Barat, Kecamatan Lawe Sigala-gala. Satu korban lagi atas nama Terang Panjaitan (1,5 tahun) perempuan dari Desa Lawe Tua kecamatan yang sama.

Untuk menanggulangi bencana alam tesebut BPBD Aceh Tenggara telah mengerahkan empat alat berat ke lokasi kejadian untuk membersihkan di badan jalan Kutacane menuju Medan, Sumatera Utara. BPBD juga membawa logistik dan tenda untuk korban.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *