,

7 Wisatawan Hanyut Terseret Arus Saat Selfi

TAPAKTUAN – Tujuh orang wisatawan dari Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, hanyut terseret arus laut di objek wisata Tapak Tuan Tapa di Desa Pasar, Kecamatan Tapaktuan, Minggu, 15 Mei 2016. Satu korban hilang, enam berhasil menyelamatkan diri.

Ketua Satuan Tugas (Sagas) SAR Aceh Selatan, Mayfendri mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, rombongan wisatawan lokal dari Seulimuem, Aceh Besar, hanyut terseret arus laut di objek wisata Tapak Tuan Tapa sekitar pukul 12.15 WIB.

“Saat tiba di lokasi objek wisata, mereka langsung turun ke lokasi tapak yang berlokasi di pinggir laut. Saat sedang foto-foto (selfi), tiba-tiba datang ombak besar langsung menyambar mereka lalu menyeretnya ke laut,” ungkap Mayfendri mengutip keterangan saksi korban.

Lanjut Mayfendri, dari tujuh orang korban masing-masing bernama Naufa (22), Mukadar (21), Khairullah (23), Saddam (23), Arif (25), Ari (22) dan Azhari alias Ismail (32) saat terkena hantaman ombak yang datang begitu cepat, beberapa diantaranya sempat memegang batu karang sehingga tidak sampai terseret arus laut, sedangkan sisanya meskipun sempat terseret arus laut tapi masih bisa berenang ke pinggir sehingga mampu menyelamatkan diri. Sementara satu orang lagi bernama Azhari alias Ismail (32) langsung terseret ke laut lepas dan kemudian hilang tenggelam ke dasar laut.

“Enam orang korban selamat dalam kejadian naas tersebut telah kami evakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Yulidin Away (RSUD YA) Tapaktuan untuk mendapatkan perawatan karena sebagiannya mengalami luka-luka. Seluruh korban juga mengalami trauma berat,” ujarnya.

Sedangkan terhadap korban hilang bernama Azhari alias Ismail, hingga berita ini diturunkan masih belum ditemukan. Tim gabungan yang melibatkan Satgas SAR, TNI/Polri, PMI dan relawan RAPI bersama nelayan setempat masih melakukan proses pencarian dengan cara menyisir wilayah perairan laut sekitar tempat kejadian serta menerjunkan tim penyelam untuk memastikan apakah korban masih tersangkut batu karang di dasar laut.

“Proses pencarian korban hilang tersebut melibatkan dua perahu karet milik Satgas SAR serta belasan perahu dan boat nelayan setempat,” kata Mayfendri.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *