,

7 Rumah Warga Sawang Terancam Ambruk Akibat Abrasi

SAWANG – Cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi menyebabkan abrasi pantai di Aceh Selatan semakin parah. Seperti di Dusun Pasie Tuan Hilang, Desa Sawang I, Kecamatan Sawang, 7 rumah warga terancam ambruk ke  laut akibat digerus ombak.
 
Kepala Dusun Pasie Tuan Hilang, Mustaruddin, mengatakan akibat dihempas pasang purnama, bagian belakang sejumlah rumah warga rusak parah bahkan sebagiannya nyaris ambruk karena sudah terendam air laut. Sejumlah pohon kelapa dan tanaman lainnya juga tumbang.

“Jika tidak segera ditanggulangi maka dipastikan dalam waktu dekat ini tujuh rumah warga akan ambruk karena kejadian abrasi semakin parah sejak pasang purnama mulai mengganas pekan lalu,” kata Mustarudin, Selasa, 22 November 2016.
 
Menurut dia, semakin parahnya terjadi bencana abrasi yang telah memporak-porandakan bagian dapur tujuh rumah warga setempat, akibat rumah-rumah berkonstruksi semi permanen tersebut berada di ujung bangunan tanggul pengaman tebing (breakwater).
 
Faktornya, kata dia, hempasan gelombang terlihat membesar dan lebih keras dari sebelumnya. Keadaan ini sangat meresahkan masyarakat terutama pemilik tujuh rumah dimaksud.
 
“Karena keberadaan tanggul pengaman pantai belum terpasang secara menyeluruh di sepanjang pantai maka terjangan ombak laut masih mengancam rumah penduduk. Karena itu kami meminta kepada pemerintah segera melanjutkan pembangunan proyek pengaman pantai sepanjang lebih kurang 350 meter lagi. Jika tidak, maka tujuh rumah warga dipastikan akan ambruk dihantam ombak,” ungkap Mustaruddin.
 
Tujuh rumah yang terancam ambruk tersebut masing-masing milik Zamzami, Mustaruddin, Hasyimi, Karijah, Rusli JS, M Tahlib dan Maimunah. Warga setempat berharap kepada pemerintah daerah segera menanggulangi persoalan tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Selatan, Erwiandi, mengaku sudah turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan. Pihaknya membenarkan bahwa kejadian abrasi laut di wilayah itu memang sudah masuk kategori parah sehingga butuh penanganan secepatnya.
 
“Hasil pemantauan kami, sepanjang lebih kurang 170 meter butuh pembangunan tanggul pengaman pantai secepat mungkin. Namun dilihat dari kondisi keuangan, pembangunan breakwater tidak mungkin dilaksanakan pada akhir tahun 2016 ini. Kita akan usulkan dulu program ini ke BPBA Provinsi Aceh dan ke Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait. Jika pun ditangani oleh Pemkab Aceh Selatan harus melalui APBK tahun 2017,” jelas Erwiandi.
 
Terkait musibah abrasi di Desa Sawang I, lanjut Erwiandi, pihaknya sudah meminta Camat Sawang untuk membuat proposal ke pimpinan daerah dengan tembusan ke DPRK, Bappeda, Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan BPBK.
 
“Proposal itu nantinya akan ditindaklanjuti oleh pihak terkait sehingga program pembangunan tanggul laut bisa segera direalisasikan. Saat ini semua pihak harus bersabar karena semua kebutuhan harus sesuai makanisme dan prosedural yang berlaku. Kami tidak bisa menabrak aturan tersebut,” tegasnya.[Hendri Z]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *