585 Ahli Waris di Gayo Lues Terima Santunan Kematian

0
178

BLANGKEJEREN – Program santunan kematian dari Pemerintah Kabupaten Gayo Lues kepada ahli waris sangat membantu masyarakat yang sedang berduka, selain menguranggi beban keluarga, santuan kematian sebesar Rp 3 Juta itu juga membantu keluarga yang berduka melaksanakan fardu kifayah.

Kabag Kesra Setdakab Gayo Lues, Ferawati Maydar, Selasa, 9 Juli 2019 mengatakan, tahun 2018 lalu ada 320 ahli waris yang direkomendasikan pihaknya ke Badan Penggelola Keuangan Daerah (BPKD) untuk menerima santunan kematian, sedangkan ditahun 2019 ini jumlah penerima santunan sudah mencapai 265 ahli waris atau 585 jika ditotalkan semuanya.

Program santunan kematian itu kata Fera merupakan Visi dan Misi Bupati Gayo Lues H Muhammad Amru dan Wakil Bupati H Said Sani, dan pertama sekali dijalankan pada tahun 2018 yang lalu melalui kerjasama Pemkab Gayo Lues dengan Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putra.

“Sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup), syarat untuk mencairkan santunan kematian ini ada beberapa macam, seperti membuat surat permohonan, surat keterangan ahli waris, surat keterangan kematian dari kepala desa, poto kopy KTP, KK, dan yang lainya. Jadi ketika semua syarat ini sudah selesai akan kami lakukan verifikasi terlebih dahulu, ketika sudah benar, barulah kami rekomendasikan ke bagian Keuangan agar dicairkan dananya sebesar Rp 3 juta,” katanya.

Pencairan santunan kematian saat ini kata Kabag Kesra lebih cepat jika dibandingkan saat kerjasama dengan AJB Bumi Putra dulu, pasalnya, jika santunan kematian ini harus diklaim dari asuransi membutuhkan proses yang sangat panjang, sedangkan saat ini langsung diberikan bantuan asalkan sudah memenuhi syarat dan ketentuan.

“Saat ini tidak ada lagi batas usia yang meninggal, kalau di asuransi memang ada, begitu juga dengan jumlah batas atas, kalau di asuransi itu juga ada, artinya dalam satu tahun itu paling banyak sekian orang, kalau sekarang ini tidak lagi, asalkan memenuhi kriterial dan membawa persyaratan langsung kita proses,” jelasnya.

Sistim bantuan tunai untuk ahli waris ini mulai berjalan sejak tanggal 1 April 2019, yaitu setelah masa kontrak Pemkab Gayo Lues dengan pihak asuransi berakhir, dan berdasarkan peraturan keuangan, bantuan tunai seperti saat ini memang dibolehkan untuk memudahkan masyarakat menerima bantuan santunan kematian.

“Yang tidak dibolehkan menerima santunan kematian ini juga ada sesuai dengan Perbup pak Bupati, yaitu Pegawai Negeri Sipil, TNI, Polri dan bukan karyawan BUMN/BUMD, yang dibolehkan menerima santunan kematian ini hanya masyarakat tanpa batasan usia,” katanya.

Yang menjadi kendala dalam program santunan kematian ini kata Fera adalah kurangnya teliti kepala desa dalam membuat surat, sehingga banyak ahli waris harus berbolak balik kedesanya yang jauh lantaran ada kesalahan dalam pengetikan. Kesalahan itu banyak terjadi di awal mulanya program santunan kematian tahun 2018 lalu.

“Setelah kita melakukan sosialisasi kepada Pengulu (Kepala Desa) sedikit demi sedikit kesalahan ini bisa hilang meskipun masih ada kesalahan, dan kami juga akan memberikan toleransi jika memang kesalahanya tidak fatal, kalau memang terlalu fatal kesalahanya, maka kami terpaksa menyuruh ahli waris merubahnya meskipun tempat tinggalnya di Kecamatan Pining ataupun di Tongra Kecamatan Terangun sana,” ujarnya.

Kabag Kesra menghimbau, siapapun ahli waris yang hendak mengurus santunan kematian dipersilahkan datang ke bagian Kesra Sekda Kab Gayo Lues (Kantor Bupati), asalkan sudah lengkap syarat langsung bisa dicairkan hari itu juga. Sedangkan kepada Kepala desa, Kabag Kesra meminta agar lebih teliti membuat surat supaya masyarakat tidak bolak balik karena ada kesalahan sepele, sehingga bantuan yang diberikan Program Bupati dan Wakil Bupati menjadi amalan semua pihak dalam membantu ahli waris.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here