,

55 Gampong Terancam tak Bisa Cairkan Dana Desa

TAPAKTUAN – Sejumlah 55 dari 260 desa di Aceh Selatan terancam tidak bisa mencairkan dana desa tahap pertama tahun 2016. Penyebabnya, aparatur desa di 55 gampong tersebut belum merampungkan pertanggungjawaban dana desa tahap 1, 2, dan 3 tahun 2015.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Aceh Selatan, Emmifizal SP kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu, 4 Mei 2016. Ke-55 desa tersebut tersebar di 12 Kecamatan yakni Kecamatan Bakongan, Kluet Utara, Meukek, Samadua, Sawang, Pasie Raja, Labuhanhaji Timur, Kluet Tengah, Bakongan Timur, Trumon Timur, Kota Bahagia dan Trumon.

Dari 12 Kecamatan tersebut, sambung Emmifizal, Kecamatan Samadua berada di rangking paling atas dengan jumlah desa terbanyak belum menyelesaikan LPJ keuangan dana desa tahun 2015 yakni mencapai 10 desa masing-masing Desa Dalam, Alur Sumerah, Gunung Cut, Alur Pinang, Kuta Blang, Batee Tunggai, Lubuk Layu, Gadang, Baru dan Arafah.

Di urutan kedua Kecamatan Kluet Utara dan Trumon Timur masing-masing tujuh desa. Untuk Kecamatan Kluet Utara masing-masing adalah Desa Krueng Bate, Pasi Kuala Asahan, Pulo Ie, Simpang Empat, Krueng Kluet, Pasi Kuala Ba`u, dan Gunung Pudung.
Sedangkan Kecamatan Trumon Timur masing-masing adalah Desa Krueng Luas, Jambo Dalem, Kapa Sesak, Seuneubok Punto, Seuneubok Pusaka, Alue Bujok dan Titi Poben.

Di urutan ketiga Kecamatan Pasie Raja sebanyak enam desa masing-masing Desa Ladang Teungoh, Pucok Krueng, Silolo, Mata Ie, Lhok Sialang Cut dan Gampong Baro.
Selanjutnya Kecamatan Kluet Tengah sebanyak lima desa masing-masing Desa Malaka, Koto Indarung, Siurai-urai, Kampung Padang dan Lawe Melang. Kecamatan Kota Bahagia juga lima desa masing-masing Desa Seuneubok Alur Buloh, Ujong Gunong Cut, Ujong Gunong Rayeuk, Beutong dan Alur Dua Mas.

Kecamatan Bakongan empat desa masing-masing Desa Ujong Mangki, Gampong Drien, Darul Ihksan dan Gampong Baro. Kecamatan Meukek tiga desa masing-masing Desa Ladang Tuha, Ie Buboh dan Labuhan Tarok II. Kecamatan Sawang tiga desa masing-masing Desa Sikulat, Trieng Meuduro Baroh dan Trieng Meduro Tunong. Kecamatan Labuhanhaji Timur dua desa masing-masing Desa Keumumu Hilir dan Keumumu Hulu. Kecamatan Bakongan Timur satu desa yakni Desa Seubadeh dan terakhir Kecamatan Trumon Tengah dua desa masing-masing Desa Pulo Paya dan Naca.

“Kami tidak memberikan batas waktu kepada 55 desa tersebut untuk menyelesaikan laporan pertanggungjawaban keuangan tahun 2015 tersebut. Namun terhadap desa yang belum menyelesaikannya maka pencairan dana desa tahap satu tahun 2016 tetap di pending atau ditunda dulu,” tegas Emmifizal.

Dia menjelaskan, dalam pencairan dana desa tahun 2016 ini telah terjadi perubahan dari tahun 2015 lalu. Jika tahun 2015 lalu sistem pencairannya berlangsung dalam tiga tahap, maka sesuai hasil Rapat Koordinasi (Rakor) tentang dana desa yang diselenggarakan oleh Kementerian terkait di Jakarta beberapa waktu lalu, sistem pencairan dana desa tahun 2016 berlangsung dalam dua tahap yakni 60 persen tahap pertama periode bulan Januari hingga Juli kemudian 40 persen tahap dua periode bulan Agustus hingga Desember.

“Keputusan itu diambil Pemerintah Pusat menindaklanjuti permintaan mayoritas desa melalui pemerintah daerah masing-masing seluruh Indonesia. Sebab dengan proses pencairan dalam tiga tahap seperti tahun 2015 lalu sangat merepotkan dan memberatkan pihak desa saat mengajukan usulan pencairan dana termasuk saat pertanggungjawaban karena harus dilakukan per tahapan,” papar Emmifizal.

Dia menyebutkan, dari jumlah keseluruhan pagu indikatif dana desa Aceh Selatan tahun 2016 sebesar Rp 223.578.526.800 yang terdiri dari sumber APBN Rp 154.542.183.000 dan dana sharing APBK Rp 67.757.078.500 serta bagi hasil pajak Rp 743.241.900, bagi hasil retribusi Rp 546.023.400 dan alokasi dana Gampong (ADG) Rp 67.757.078.500, khusus terhadap dana desa yang bersumber dari APBN sebanyak 60 persen diantaranya telah ditransfer ke rekening Pemkab Aceh Selatan oleh Kementerian Keuangan.

“Dari sebanyak Rp 154.542.183.000 dana desa sumber APBN, maka 60 persen diantaranya adalah sebesar Rp 92.725.309.800. Dana tersebut saat ini telah berada di rekening Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD),” jelasnya.

Menurutnya, sebanyak 60 persen dana desa tahap satu tahun 2016 tersebut segera akan ditransfer ke masing-masing rekening desa jika pihak desa bersangkutan telah selesai menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa/Gampong (APBG) serta Rencana Kerja Pemerintah Desa/Gampong (RKPG) tahun 2016 sesuai mekanisme dan aturan yang ditetapkan.

“Permintaan tersebut khusus diperuntukkan terhadap desa di luar yang belum menyelesaikan LPJ keuangan tahun 2015 sebanyak 55 desa lagi. Sementara terhadap 55 desa itu, disamping sudah menyusun APBG dan RKPG, mereka juga wajib menyelesaikan LPJ keuangan tahun 2015 lalu,” tegas Emmifizal.

Emmifizal melanjutkan, sesuai komitmen bersama yang dibuat oleh Dinas Keuangan, BPM dan Inspektorat, bahwa dalam pencairan dana desa tahun 2016 khusus diprioritaskan terhadap desa yang dinilai kreatif atau cepat membuat LPJ dan cepat menyelesaikan penyusunan APBG dan RKPG.

“Jadi jangan heran jika dalam pelaksanaannya di lapangan nanti, terhadap desa-desa yang dinilai kreatif tersebut lebih cepat bisa mencairkan dana desa tahap satu tahun 2016,” kata Emmifizal.

Pihaknya, sambung Emmifizal, telah memprogramkan pencairan 60 persen dana desa tahap satu tahun 2016 paling lambat minggu kedua bulan Mei 2016. Karena itu, ia meminta kepada seluruh kepala desa segera menyelesaikan semua dokumen sesuai syarat yang telah ditentukan kemudian segera menyerahkannya kepada pihak BPM untuk diverifikasi dan selanjutnya diserahkan ke Dinas Keuangan supaya cepat diproses pencairan anggaran.

Untuk mempercepat pencairan dana desa tersebut, kata Emmifizal, langkah yang telah dilakukan pihaknya antara lain adalah selain telah mendorong para camat untuk melakukan pendampingan kepada masing-masing desa juga telah menggelar program pelatihan dan bimbingan teknis terkait pengelolana dana desa terhadap bendahara desa seluruh Aceh Selatan.

“Program pelatihan tersebut berlangsung dalam lima tahap, tahap pertama untuk desa yang berada di wilayah Labuhanhaji Raya. Selanjutnya tahap dua di wilayah Meukek dan Sawang, tahap tiga wilayah Samadua, Pasie Raja dan Tapaktuan. Tahap empat wilayah Kluet Raya, terakhir tahap lima wilayah Bakongan Raya dan Trumon Raya,” pungkasnya.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *