,

500 Perempuan Akan Iringi 10.001 Penari Saman

BLANGKEJEREN – 500 perempuan Gayo Lues akan memainkan tarian bines, mengiringi 10.001 satu pria yang memain tarian saman massal, 13 Agustus 2017 di Stadion Seribu Bukit. Pria dan wanita akan berkolaborasi memainkan dua tarian khas Gayo Lues tersebut.

Kamis, 3 Agustus 2017 para penari perempuan yang merupakan pegawai dan honorer di berbagaiminstansi pemerintah tersebut, melakukan gladi bersih di tempat acara akan digelar.

Menariknya, tarian bines yang akan dimainkan itu diluar kebiasaan. Pasalnya, biasanya tarian bines hanya dimainkan oleh para gadis, tapi karena ini merupakan acara kolosal dan membutuhkan banyak penari, mereka yang sudah ibu-ibu pun dilibatkan, bahkan ada yang sudah menjadi nenek-nenek.

Manyang adalah salah satu nenek yang akan ikut ambil bagian dalam tarian itu. Usianya sudah 50 tahun, tapi saat gladi masih terlihat gemulai memainkan setiap gerakan. Ia mengoyangkan badan kekanan, kekiri dan menepuk-nepuk tangan sembari meneriakan “Heee…heeeee Huu…uuuu.” Sesekali kain panjang yang ada di lehernya itupun di majukan dengan perlahan, dimundurkan sembari menyayikan syair bines dalam bahasa Gayo.

Nek Mayang merupakan pegawai di Kantor Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Gayo Lues. Rasa senang tampak jelas pada raut wajahnya yang sudah mulai mengkerut.

“Kalau memainkan tari bines, saya terigat saat masih gadis dulu, saat diberi uang oleh penari saman (najuk), dirayu, digombali, serta diajak makan mieso oleh pemuda, pokoknya senanglah memainkan tari bines,” akunya.

Sejak menikah, selama puluhan tahun lalu ia hanya menyaksikan tari bines dan tari saman saja, sedangkan memainkanya sudah tidak pernah lagi, aturan memainkan tari bines adalah perempuan yang masih gadis, dan setelah menikah harus pensiun meskipun masih ahli memainkanya.

Kini gairah masa muda Nek Mayang dan 500 perempuan lainya kembali bangkit dengan adanya tari bines masal yang mengiringi 10.001 penari saman. “Saat memainkan tari bines, saya merasa masih gadis, terasa tidak punya anak meskipun sekarang sudah banyak cucu, saya senang, dan mereka semua bangga memainkan tari Bines,” kata Mayang.

Sekda Kab Gayo Lues selaku ketua panitia pegelaran tari saman massal, H Thalib mengatakan, yang memainkan tari bines pengiring tari saman diutamakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan honorer, namun jika ada warga yang mengusulkan nama untuk ikut sebelum hari H akan ditampung. “Tidak ada batasan usia memainkan tari bines massal ini, gadis dan sudah tua semuanya boleh, yang penting bisa,” katanya.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *