,

5.000 Nelayan Aceh Selatan Diasuransikan

TEROPONGACEH.COM | TAPAKTUAN – Kementerian Kelautan dan Perikanan akan memberikan asuransi kepada 5.000 orang nelayan di Aceh Selatan tahun 2016. Setiap nelayan yang meninggal dunia akibat kecelakaan di laut akan menerima klaim asuransi mencapai Rp 200 juta.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan, Cut Yusminar di Tapaktuan, Kamis, 18 Agustus 2016 mengatakan, dari jumlah keseluruhan nelayan Aceh Selatan yang mencapai 7.000 orang lebih, kuota sebanyak 5.000 orang yang akan menerima asuransi tergolong tertinggi di Provinsi Aceh.

“Banyaknya kuota yang diperoleh Aceh Selatan tidak terlepas dari sikap responsif para nelayan kita yang telah selesai membuat atau mencetak kartu nelayan mencapai 4.336 orang, sebab salah satu persyaratan untuk mendapatkan asuransi adalah harus memiliki kartu nelayan,” kata Cut Yusminar.

Cut Yusminar meyakini, dengan telah adanya program pemberian asuransi tersebut, para nelayan akan termotivasi untuk mengurus kartu nelayan sehingga jumlah nelayan yang masuk program asuransi akan terus bertambah.

Ia melanjutkan, dari kuota 5.000 nelayan Aceh Selatan yang diasuransikan, baru sekitar 1.000 nelayan yang telah melengkapi persyaratan serta telah mengembalikan formulir.

“Formulir persyaratan tersebut telah kita bagikan kepada para nelayan, namun hingga saat ini baru sebanyak 1.000 orang nelayan yang telah mengembalikannya. Kami terus mengupayakan percepatan entri data nelayan yang akan menerima asurasi sedangkan yang belum ada kartu nelayan petugas turun langsung ke lapangan jemput bola,” jelasnya.

Direncanakan akhir Agustus 2016 akan dilakukan kontrak kerja dengan perusahaan asuransi yang ditunjuk oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, berikut juga akan dikeluarkan Petunjuk Teknis dan Petunjuk Pelaksanaan (Juknis dan Juklak).

Cut Yusminar menambahkan, ada beberapa kriteria para nelayan yang akan menerima asuransi antara lain adalah nelayan kecil dan nelayan tradisional yang menggunakan boat di bawah 10 GT, berusia maksimal 65 tahun, tidak pernah mendapatkan asuransi dari pemerintah atau instansi lainnya, tidak menggunakan alat tangkap yang dilarang berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku serta patuh kepada ketentuan yang tercantum dalam polis asuransi.

Sedangkan jenis klaim asuransi yang berlaku adalah, kecelakaan di laut yang mengakibatkan kematian, cacat tetap dan cacat tidak tetap (sakit yang butuh pengobatan) serta kecelakaan di darat baik mengakibatkan kematian maupun cacat tetap dan tidak tetap termasuk kematian normal tanpa ada sebab apapun.

Menurutnya, besaran klaim asuransi paling tinggi berjumlah Rp 200 juta yakni terhadap nelayan yang meninggal dunia akibat kecelakaan di laut dan paling kecil sekitar Rp 20 juta yakni terhadap nelayan yang membutuhkan pengobatan akibat kecelakaan maupun sakit normal biasa di darat.

“Bagi nelayan yang membutuhkan klaim asuransi, silahkan melaporkannya kepada pihak Dinas Kelautan dan Perikanan dengan membawa bukti-bukti pendukung, setelah itu berkas yang dinyatakan sudah lengkap akan dikirim ke Jakarta melalui Pokja Provinsi Aceh di Banda Aceh,” pungkasnya.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *