,

47 Fasilitator Daerah Dilatih Pembelajaran Aktif

BANDA ACEH – Sebanyak 47 fasilitator daerah (Fasda) sejumlah kabupaten/kota di Aceh, mengikuti Training of Training (ToT) tentang pembelajaran aktif di Banda Aceh. Mereka diharapkan nantinya bisa menjadi pelatih bagi para guru di daerah.

Pelatihan selama 4 hari tersebut digelar di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh dan berakhir pada, Sabtu, 25 Februari 2017. Fasda yang terlibat berasal dari Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Utara dan Aceh Tamiang, serta Fasda dari LPTK Unsyiah dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Koordinator USAID Prioritas Aceh, Ridwan Ibrahim mengatakan, metodogi pembelajaran aktif terbagi dalam empat modul, yakni pembelajaran kontekstual, pendekatan saintifik, keterampilan informasi dan pemahaman konten materi. “Khusus Modul IV ini lebih memfokuskan pada penguatan konten materi dan cara mengajarnya dengan pendekatan pembelajaran aktif,” jelas Ridwan.

Sekembalinya dari pelatihan tersebut, para fasda akan melatih guru melalui forum KKG (Kelompok Kerja Guru) dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) di daerahnya masing-masing, “Pemerintah daerah akan memfasilitasi para guru untuk terus berlatih melalui forum KKG dan MGP untuk meningkatkan profesionalisme guru,” kata Ridwan.

Sementara ini salah seorang peserta, Nia Rahmianum mengatakan, dari pelatihan modul IV ini terungkap ada miskonsepsi guru terhadap konsep materi pembelajaran, seperti pada matematika tentang aljabar.

“Beberapa miskonsepsi pada aljabar, terutama definisi tentang koefisien dan konstanta, serta saat merubah bentuk aljabar menjadi bentuk cerita,” kata Rahmi yang juga berprofesi sebagai guru di SMPN 4 Percontohan Aceh Tamiang.

Hal yang sama juga disampaikan Raudhatul Fuad, guru MIN Ulee Glee Pidie Jaya. “Proses pendampingan tidak boleh menghakimi dan kita harus dapat menggring guru untuk menemukan kekurangannya serta guru didorong untuk membuat rencana perbaikan bagi peningkatan profesionalismenya,” katanya.

Penyusun modul IV ini melibatkan para dosen dari 16 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) mitra USAID Prioritas, antaranya Unsyiah dan UIN Ar Raniry. [HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *