,

29 Rumah Nelayan Bakongan Ludes Terbakar

BAKONGAN – Kebakaran hebat melanda Desa Darul Ihsan, Bakongan, Aceh Selatan, Senin dini hari, 9 Januari 2017 sekitar pukul 02.30 WIB. Sebanyak 29 rumah nelayan ludes terbakar.
 
Rumah terbakar rata-rata berkonstruksi semi permanen dua lantai seperti bentuk rumah toko (Ruko) yang berdiri berderetan. Lantai dasarnya terbuat dari beton (permanen) sementara lantai dua terbuat dari papan beratap seng.
 
Kobaran api yang sangat cepat membesar baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB. Pemadaman api awalnya mengalami hambatan karena ratusan warga setempat hanya melakukan upaya pemadaman secara manual dengan peralatan seadanya dengan dibantu satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Aceh Selatan yang ditempatkan di Kantor Camat Bakongan.

Berselang satu hingga dua jam kemudian baru sampai dukungan armada mobil pemadam kebakaran dari Kantor Camat Kluet Utara dan Kantor Tapaktuan.
 
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini namun kerugian materil yang dialami warga berdasarkan hasil perkiraan sementara mencapai Rp 3 miliar lebih, karena seluruh isi bangunan yang berdiri berdampingan (berderetan) itu rata dengan tanah hangus terbakar.
 
Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Bakongan, Ipda Bima Nugraha mengatakan, warga korban kebakaran umumnya tidak sempat menyelamatkan barang-barang harta bendanya saat  musibah yang terjadi secara tiba-tiba pada dinihari itu.
 
“Saat terjadi musibah kebakaran pada dini hari itu, warga sedang terlelap tidur. Setelah mengetahui telah terjadi kebakaran warga langsung keluar rumah menyelamatkan diri. Karena lokasi desa tersebut persis berada di pesisir pantai, saat itu warga korban langsung berhamburan keluar rumah ke pinggir laut,” kata dia.
 
Menurutnya, konstruksi rumah yang terbuat dari papan membuat kobaran api yang membumbung tinggi sangat cepat menjalar ke bangunan lainnya. Sehingga dengan seketika menghanguskan sebanyak 29 unit rumah yang berdiri berderetan.
 
“Warga pada umumnya tidak sempat menyelamatkan barang-barang harta bendanya karena kobaran api sangat cepat membesar dan langsung menjalar ke bangunan yang lainnya. Warga menyelamatkan diri keluar rumah hanya tinggal pakaian di badannya saja,” ujarnya.
 
Perkampungan penduduk yang berlokasi di pinggir pantai Kecamatan Bakongan tersebut, lanjut Bima Nugraha, mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai nelayan. Sehingga dampak dari kebakaran itu, juga turut serta menghanguskan seluruh peralatan para nelayan yang berada di rumah mereka.
 
Pihaknya, kata Bima, sejauh ini belum mengetahuinya secara pasti dan terkait hal itu masih dalam proses penyelidikan polisi. “Untuk sumber api apakah berasal dari arus pendek listrik atau dari mana sejauh ini belum diketahui, memang awal mula berasal api itu disebut-sebut dari sebuah rumah warga, namun kita belum dapat memastikannya karena kejadian itu dini hari saat warga sedang terlelap tidur. Untuk mendapatkan kepastian yang jelas, kami akan melakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.     
 
Sementara itu, Camat Bakongan Martunis mengatakan pihaknya bersama dinas terkait telah mendirikan tenda untuk dijadikan sebagai tempat posko pengungsian sementara ratusan warga korban kebakaran yang telah hilang tempat tinggalnya.
 
“Dengan musibah kebakaran ini secara otomatis ratusan warga korban telah hilang tempat tinggalnya. Karena itu kami bersama dinas terkait telah mendirikan tenda untuk dijadikan posko pengungsian sementara para korban sambil menunggu langkah penanganan selanjutnya dari Pemkab Aceh Selatan dan Pemerintah Aceh,” jelasnya.[Hendri Z]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *