,

20 Ton Bibit Padi Unggul Simeulue Dijual ke Luar Daerah

TEROPONGACEH – Sebanyak 20 ton bibit padi unggul varietas inpari di Kabupaten Simeulue terpaksa dijual ke luar daerah. Pasalnya, pemerintah setempat menolak menampung karena kekurangan anggaran.

Manajer Koperasi Aorefansa Kecamatan teupah Seulatan, Taufik, mengungkapkan, mereka harus menjual dengan harga rendah untuk menutup biaya operasional. Bibit unggul varietas inpari biasanya dijual di pasaran dengan harga berkisar Rp10.000 hingga Rp 20.000/kg karena ketahanannya terhadap penyakit dan mudah untuk dijadikan bibit.

“Pemkab Simeulue awalnya berjanji menampung dan membagikannya untuk petani. Tapi sampai sekarang ternyata tidak diambil karena tidak ada anggaran. Kami terpaska menjual ke luar daerah dengan harga miring, yakni Rp 9.000/kg. Ada yang bersedia menampung dengan harga itu, ya terpaksa kita lepas. Penampungnya masih berasal dari salah satu Kabupaten di Provinsi Aceh. Rencananya akhir pekan ini mereka akan jemput langsung kemari,” kata Taufik, Kamis, 7 Januari 2016.

Sebelumnya lanjut Taufik, Pemerintah Kabupaten Simeulue pernah berjanji bibit padi unggul hasil olahan milik petani itu akan dibeli dan ditampung oleh pihak Pemerintah setempat. Tujuannya untuk mengatasi persoalan kurangnya bibit padi unggul di Kabupaten Simeulue.

Bahkan untuk mengobati kekecewaan itu, kata Taufik, Bupati Simeulue berjanji akan melaunching pelepasan dan mengantar padi unggul milik koperasi itu kepada pihak penampung dari luar daerah.

“Kita sudah berulang kali menagih janji Pemkab itu tapi belum juga terealisasi. Kemarin sore kita kembali berkoordinasi dan menagih lagi janji dari Pak Bupati, yang katanya dulu mau menampung bibit padi unggul ini dan nantinya akan dibagikan kepada petani Simeulue. Tapi nyatanya mereka bilang Pemkab tidak mengalokasikan dana untuk itu,” uangkap Taufik.[HD]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *