Saturday, January 18, 2020

186 Joki Pacuan Kuda Tradisional Berebut Hadiah Rp400 Juta

Must Read

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga...
Avatar
Redaksi
Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

BLANGKEJEREN – Pemerintah Daerah Kabupaten Gayo Lues kembali menggelar lomba pacuan kuda tradisional yang diikuti 186 joki kuda dari empat kabupaten, total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp400 juta.

Ketua Panitia lomba Pacuan Kuda dan juga Kepala Dinas Pariwisata Gayo Lues, Syafuddin saat pembukaan pacuan kuda di Stadion Buntul Nege, Senin, 29 Juli 2019 mengatakan, pacuan kuda tradisional tersebut diikuti oleh joki-joki kuda dari Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara dan Gayo Lues.

“Jumlah kuda yang mengikuti lomba mencapai 186 ekor, dengan rincian, dari Aceh Tengah 57 ekor, dari Bener Meriah 57 ekor, dari Aceh Tenggara 13 ekor, dan kuda tuan rumah (Gayo Lues) sendiri mencapai 59 ekor,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Wakil Bupati Gayo Lues, Said Sani mengatakan, lomba pacuan kuda sudah turun temurun dilaksanakan di negeri seribu bukit tersebut, selain menjadi budaya, pacuan kuda juga menjadi hiburan yang bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke sana.

“Pacuan kuda ini memiliki sejarah yang panjang sejak jaman dulu, memiliki daya tarik tersendiri, serta menjadi ajang silaturahmi antara warga Kabupaten Gayo Lues dengan Aceh Tengah, Bener Meriah dan Aceh Tenggara, untuk itu kita harus melestarikanya,” katanya.

Kepada penonton dan pemilik kuda, Wakil Bupati berpesan agar jangan menjadikan lomba pacuan kuda sebagai waktu bermaksiat, semua pihak dihimbau agar jangan melakukan judi dan minuman keras karena Gayo Lues merupakan daerah yang menjalankan Syariat Islam.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan keuangan Negara Rp 258.656.349 sudah...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhanas). Politisi...

GTA Terobos Jalur Ekstrem Lesten-Pulo Tiga

BLANGKEJEREN - Tim Blutax's Jimny off Road 4x4 Gayo Lues bersama tim Gayo Trail Adventure (GTA) berhasil menerobos jalur ekstrem di lintasan...

Menikmati Pesona Lhok Gob di Belantara Pidie Jaya

Pesona sungai Lhok Gob yang membelah belantara Pidie Jaya di Gampong Kumba, Bandar Dua, sungguh sangat memanjakan mata. Wisata alam yang asri dan menenangkan...
- Advertisement -

Baca juga...