,

150 Penyair Nusantara Isi Antologi Gempa Pidie Jaya

JAKARTA – 150 penyair nusantara menulis puisi tentang gempa Pidie Jaya dalam antologi 6,5 SR Luka Pidie Jaya. Peluncuran antologi ini akan dilakukan pada Jumat, 20 Januari 2017 di Boulevard Coffe and Resto, Apartemen The Boulevard, Jln H Fachruddin, Tanah Abang, Jakarta.

Puisi dalam antologi setebal 246 halaman tersebut ditulis oleh para penyair Aceh, nasional, dan penyair dari Malysia. Mustafa Ismail selaku editor antologi ini menjelaskan, penerbitan antologi tersebut diselenggarakan komunitas sastrawan nusantara bekerja sama dengan masyarakat Aceh di Jakarta.

Penyair Nusantara yang menulis puisi untuk Aceh, antara lain, Ahmadun Yosi Herfanda, D Kemalawati, Din Saja, Eka Budianta, Fikar W Eda, Fakhrunnas MA Jabbar, Handry TM, Jumari HS, J Kamal Farza, Gol A Gong, Nelson Dino (Malaysia), Rida K. Liamsi, Syarifuddin Arifin, Sulaiman Juned, Teja Alhabd, Teuku Dadek, Siwi Wijayanti, Zulfaisal Putera, dan lain-lain.

Acara peluncuran antologi ini juga akan diisi dengan doa bersama, baca puisi, testimoni gempa, lelang buku dan penggalangan dana untuk korban gempa. Donasi yang terkumpul dalam acara itu, keuntungan dari penjualan buku akan disumbangkan untuk korban gempa di Aceh.

“Puisi dalam antologi ini merefleksikan kata hati, pesan, keinginan dan harapan masyarakat Indonesia, terutama penyair, terhadap korban gempa Aceh dan Aceh itu sendiri. Kepedulian itu tidak hanya dengan bantuan berbentuk benda dan uang. Puisi-puisi yang ada dalam buku ini menunjukkan kepedulian yang tak ternilai harganya,” ujar penyair asal Trienggadeng, Pidie Jaya ini yang sehari-hari bekerja di Jakarta.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *