,

Sembilan Kecamatan di Aceh Selatan Dilanda Banjir dan Longsor

TAPAKTUAN – Puluhan gampong di sembilan kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan dikepung banjir disertai tanah longsor, setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Cut Syazalisma mengungkapkan, banjir setinggi 50 cm hingga 1 meter merendam ratusan rumah penduduk dan ribuan hektar lahan pertanian warga di Kecamatan Trumon Tengah, Kota Bahagia, Kluet Tengah, Pasie Raja, Tapaktuan, Kluet Timur, Kluet Utara, Kluet Selatan, Samadua, Trumon Timur dan Bakongan.

“Di Gampong Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur terjadi tanah longsor tebing gunung menimbun badan jalan. Di Gampong Panjupian Kota Tapaktuan Gunung Longsor menimbun badan jalan lintas nasional Tapaktuan – Medan setinggi 2 meter dengan panjang 100 meter,” ungkap Cut Syazalisma di Tapaktuan, Selasa, 16 Oktober 2018.

Tanah longsor juga terjadi di Gampong Buloh Didi, Kecamatan Kluet Timur di tiga titik dengan panjang 100 meter material longsor terdiri dari batu – batu besar dan tanah menimbun badan jalan.

“Akibat longsor ini, akses transportasi dari dan menuju ke wilayah tersebut lumpuh total sampai saat ini. Ratusan warga yang bermukim di Gampong Buloh Didi masih terisolir,” jelasnya.

Sedangkan di Gampong Beutong, Kecamatan Kota Bahagia, ketinggian air merendam ratusan rumah penduduk mencapai 3 meter. Banjir terparah lainnya juga terjadi di Gampong Keude Rundeng, Kecamatan Kluet Selatan. Selain merendam ratusan rumah penduduk, air dengan ketinggian mencapai 1 hingga 2 meter juga merendam badan jalan negara lintasan Tapaktuan – Medan.

“Banjir yang merendam badan jalan negara ini sempat mengganggu arus lalu lintas dari Tapaktuan menuju Medan maupun sebaliknya sejak Senin malam, namun pada Selasa pagi lalu lintas kembali normal seiring telah surutnya air,” kata Cut Syazalisma.

Untuk menanggulangi bencana tersebut, BPBD Aceh Selatan telah mengerahkan puluhan personil pemadam kebakaran (Damkar) bersama Tim Reaksi Cepat (TRC), TNI/Polri dan relawan RAPI, ke lokasi banjir dan tanah longsor untuk membantu masyarakat korban.

“Petugas juga telah berhasil membersihkan material tanah longsor yang menimbun badan jalan di sejumlah lokasi di Aceh Selatan. Untuk mencegah banjir makin parah, petugas juga telah melakukan normalisasi sejumlah aliran sungai,” ungkapnya.

Pihaknya, sambung Cut Syazalisma, juga telah menggelar rapat koordinasi dengan pejabat Forkopimda dan dinas terkait lainnya. Hasil rapat tersebut, Pemkab Aceh Selatan melalui dinas terkait dibantu TNI/POlri sepakat kembali mengerahkan kekuatan sumber daya manusia dan peralatan untuk menanggulangi bencana dan membantu warga korban.

“Pemkab Aceh Selatan bersama TNI/Polri telah menerjunkan kekuatan maksimal untuk pembersihan longsor, pembersihan rumah penduduk dan mengerahkan bantuan logistik tanggap darurat,” pungkasnya.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *